
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui akun resmi Humas Polri kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga fokus saat berkendara. Pasalnya, sejumlah kebiasaan yang kerap dianggap sepele justru menjadi pemicu utama kecelakaan lalu lintas.
Dalam imbauan terbarunya, Polri menyoroti lima perilaku berisiko tinggi yang wajib dihindari oleh setiap pengendara demi keselamatan bersama di jalan raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lima Kebiasaan yang Harus Dihindari
Berdasarkan data dari Korlantas Polri, berikut lima kebiasaan yang sering diabaikan namun berpotensi berakibat fatal:
1. Menggunakan Gawai saat Berkendara
Mengoperasikan ponsel saat mengemudi dapat memecah konsentrasi dan memperlambat respons terhadap situasi darurat di jalan.
2. Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman
Meski sering dianggap tidak penting untuk perjalanan jarak dekat, sabuk pengaman berfungsi sebagai pelindung utama untuk mengurangi risiko cedera saat terjadi benturan.
3. Mengemudi dalam Kondisi Lelah atau Mengantuk
Fenomena microsleep—tidur singkat selama beberapa detik—dapat terjadi tanpa disadari dan sangat berbahaya saat kendaraan sedang melaju.
4. Melampaui Batas Kecepatan
Kecepatan tinggi membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan tingkat keparahan kecelakaan.
5. Berkendara dalam Kondisi Emosi Tidak Stabil
Emosi yang tidak terkendali atau road rage dapat memicu tindakan ceroboh yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Disiplin dan Fokus Jadi Kunci Keselamatan
Humas Polri menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas berawal dari kesadaran dan disiplin masing-masing individu. Kelalaian kecil dapat berdampak besar dan berujung pada penyesalan.
“Jangan biarkan satu kebiasaan kecil menjadi penyebab penyesalan besar. Saat mengemudi, fokus adalah kunci keselamatan. Nyawa tak bisa diulang,” demikian pesan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan prima sebelum berkendara. Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.











