Miswan Angkat Suara soal Dugaan Vila Ilegal di Hutan Rohul: Jika Benar, Harus Ada Sanksi Tegas Dugaan Perkebunan

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Suara revolusi.com

Pekanbaru, Rabu, 10 Juni 2026 – Ketua Relawan Tanpa Pamrih Prabowo–Gibran, Miswan, meminta adanya evaluasi terhadap oknum anggota DPRD Riau yang diduga terlibat dalam pembangunan vila dan perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka tindakan itu merupakan persoalan serius yang harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Miswan menyampaikan bahwa isu mengenai pembangunan vila ilegal dan perkebunan kelapa sawit di kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di wilayah Kaiti–Kubu Pauh, Kabupaten Rokan Hulu, telah menjadi perhatian publik. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh instansi yang berwenang untuk memastikan fakta di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika benar ada pejabat publik yang memanfaatkan kawasan hutan untuk kepentingan pribadi tanpa izin yang sah, tentu hal ini sangat disayangkan. Seorang wakil rakyat seharusnya menjadi contoh dalam menaati peraturan perundang-undangan, bukan justru diduga melanggarnya,” tegas Miswan.

Menurutnya, pembangunan di kawasan hutan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.

> “Kita harus berpikir jauh ke depan, bukan hanya mencari keuntungan dengan membeli lahan murah di kawasan yang diduga berstatus kawasan hutan lalu berharap memperoleh keuntungan besar. Cara berpikir seperti itu sangat naif apabila mengabaikan aturan hukum dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Miswan juga menyatakan bahwa pihaknya berencana melakukan kunjungan resmi ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra untuk mendiskusikan persoalan tersebut dan menyampaikan aspirasi agar dilakukan evaluasi apabila terdapat kader yang terbukti melakukan pelanggaran.

Baca Juga:  Serahkan 811 Sertipikat Konsolidasi Tanah di Parangtritis, Menteri ATR/Kepala BPN: Manfaatkan, Gunakan Sebaik-baiknya⁸

> “Kami akan melakukan kunjungan resmi untuk mendiskusikan persoalan ini. Apabila benar telah menabrak aturan, maka harus ada evaluasi secara tegas sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum serta instansi terkait, termasuk Kementerian Kehutanan dan pemerintah daerah, melakukan investigasi secara objektif dan transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Aturan yang Relevan

1. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (sebagaimana telah diubah oleh ketentuan yang berlaku), yang mengatur bahwa pemanfaatan kawasan hutan harus memiliki dasar hukum dan perizinan sesuai peraturan perundang-undangan.

2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, yang mengatur penindakan terhadap kegiatan yang mengakibatkan perusakan kawasan hutan secara melawan hukum.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan, yang mengatur tata kelola pemanfaatan kawasan hutan dan perizinannya.

Potensi Sanksi

Apabila suatu kegiatan pembangunan atau perkebunan di kawasan hutan dilakukan tanpa izin atau bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pelaku dapat dikenai sanksi administratif, pemulihan kawasan, denda, hingga pidana, sesuai dengan unsur pelanggaran yang terbukti berdasarkan hasil penyelidikan dan putusan pengadilan.

Relawan Tanpa Pamrih Prabowo–Gibran menegaskan bahwa semua pihak harus tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Dugaan terhadap siapa pun perlu dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan oleh instansi yang berwenang. Namun demikian, apabila pelanggaran terbukti, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa membedakan status atau jabatan pelakunya.(Gs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih Popular Government Institutions Award 2026, Kinerja Komunikasi Publik Kementerian ATR/BPN Kembali Diakui
Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Kepastian Waktu, Masyarakat Tak Perlu Lama Menunggu Layanan Pertanahan
TEMBUS PELOSOK 3T ROHUL, EKSPEDISI MERAH PUTIH PRESISI BAWA PESAN: NEGARA HADIR UNTUK RAKYAT
Masyarakat Dapatkan Jadwal Ukur Pasti dan PBT Terbit Cepat Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal
Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Teken Surat Edaran Bersama, Verifikasi BPHTB Dipercepat Jadi 3 Hari
Sinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP
Menteri Nusron Tutup Ruang Gerak Mafia Tanah Melalui Transformasi Pelayanan Pertanahan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Raih Popular Government Institutions Award 2026, Kinerja Komunikasi Publik Kementerian ATR/BPN Kembali Diakui

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Kepastian Waktu, Masyarakat Tak Perlu Lama Menunggu Layanan Pertanahan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:07 WIB

TEMBUS PELOSOK 3T ROHUL, EKSPEDISI MERAH PUTIH PRESISI BAWA PESAN: NEGARA HADIR UNTUK RAKYAT

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Masyarakat Dapatkan Jadwal Ukur Pasti dan PBT Terbit Cepat Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

Berita Terbaru