Upaya meningkatkan kualitas layanan pertanahan terus diperkuat oleh Kementerian ATR/BPN. Dalam Rakernas 2025 yang berlangsung di Grand Mercure Kemayoran pada Senin (8/12/2025), Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT), Asnaedi, memaparkan arah kebijakan dan langkah strategis untuk menghadirkan layanan pertanahan yang semakin terpercaya.
Dalam paparannya, Asnaedi menekankan bahwa peningkatan layanan harus dilakukan secara menyeluruh. Ia menjelaskan tiga pilar utama yang menjadi fokus perbaikan, yaitu peningkatan kualitas data, penguatan kapasitas SDM, dan penguatan fungsi manajerial di kantor pertanahan.
“Kepala kantor pertanahan harus memastikan tata kelola pelayanan benar-benar berjalan sesuai SOP. Untuk itu, diperlukan petugas khusus, seperti manajer loket dan verifikator, agar berkas yang masuk ke front office sudah tertata dan terkontrol sejak awal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kualitas data sebagai fondasi utama layanan pertanahan. Melalui validasi yang dilakukan secara berkala, mulai dari Pra SU-el, Pra BT-el, hingga Pra Sert-el.
Dengan dilaksanakannya hal ini, diharapkan produk layanan yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas, baik PSN maupun layanan rutin.
Di sisi lain, peningkatan kompetensi SDM juga menjadi perhatian serius.
Asnaedi menegaskan perlunya pemahaman substansi layanan yang lebih kuat dan keseragaman persepsi antara petugas front office dan back office , sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih konsisten, cepat, dan akurat.
Melalui strategi ini, Dirjen PHPT mengajak seluruh jajaran untuk berkomitmen dan berinovasi dalam upaya memperbaiki kualitas layanan demi mewujudkan pelayanan pertanahan yang modern, transparan. (SA/FH)
