Dugaan Skandal Pengadaan Laptop di BGN, Anggaran Ratusan Miliar Disorot

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 03:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, 19 April 2026 – Suararevolusi,com – Dugaan penyimpangan anggaran kembali mencuat di lingkungan lembaga pemerintah. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait proyek pengadaan laptop dan pembangunan jaringan dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah,(19/4/2026).

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa proyek tersebut memiliki pagu anggaran hingga Rp1,2 triliun, dengan realisasi sekitar Rp800 miliar yang terbagi dalam dua komponen utama: pembangunan jaringan Rp500 miliar dan pengadaan laptop Rp300 miliar. Namun, sejumlah pihak menilai terdapat ketidakwajaran dalam struktur biaya, terutama pada proyek jaringan yang diperkirakan hanya membutuhkan sekitar Rp100 miliar secara teknis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan juga mengarah pada keterlibatan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) sebagai pelaksana proyek. Publik mempertanyakan relevansi kompetensi perusahaan tersebut dalam bidang teknologi informasi, mengingat core bisnisnya berada pada percetakan uang negara.

Baca Juga:  TNI Hadir di Tengah Petani Babinsa Bantu Mengoperasikan Traktor, Wujudkan Ketahanan Pangan!

Kepala BGN, Dadan Hindayana, belum memberikan keterangan resmi terkait isu ini.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan. Ia menilai dugaan penyimpangan ini berpotensi merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah dan mencederai kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Desakan juga diarahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit menyeluruh serta memastikan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa di BGN.

Pengamat menilai, jika dugaan ini terbukti, maka dampaknya tidak hanya pada kerugian materiil negara, tetapi juga pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik. Oleh karena itu, penanganan yang cepat, transparan, dan akuntabel dinilai menjadi kunci dalam menjaga integritas lembaga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpinan Redaksi SuaraRevolusi.com Tien Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Pimpinan Redaksi Bokir.id Apresiasi Pelayanan RS Delima Asih Sisma Medika Karawang
Pimpinan Redaksi Bokir.id Dirawat di RS Delima Asih Sisma Medika Karawang, DPD APPI Berikan Dukungan dan Doa
Warga Diminta Waspada, Kasus Pencurian Kembali Terjadi di Kawasan Saluyu Riung Bandung
Ketua Umum APPI Ade Julhaidir, CFLE Prihatin Atas Vonis 18 Tahun Penjara terhadap Nadiem Makarim
Diduga Penipuan Catut Nama Direktorat Jenderal Pajak, Warga Karawang Hampir Jadi Korban
Polres Karawang Gagalkan Peredaran 1,4 Kilogram Sabu, Bandar Besar “Godek” Masih Diburu
Perjuangan Ibu Mimin Lawan Tumor Otak: Jadwal Operasi Dipercepat, Butuh Uluran Tangan untuk Anak dan Biaya Pengobatan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:39 WIB

Pimpinan Redaksi SuaraRevolusi.com Tien Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 04:14 WIB

Pimpinan Redaksi Bokir.id Apresiasi Pelayanan RS Delima Asih Sisma Medika Karawang

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:30 WIB

Pimpinan Redaksi Bokir.id Dirawat di RS Delima Asih Sisma Medika Karawang, DPD APPI Berikan Dukungan dan Doa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:20 WIB

Warga Diminta Waspada, Kasus Pencurian Kembali Terjadi di Kawasan Saluyu Riung Bandung

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:47 WIB

Ketua Umum APPI Ade Julhaidir, CFLE Prihatin Atas Vonis 18 Tahun Penjara terhadap Nadiem Makarim

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemkab Rohul Gelar Rapat Teknis Pemulangan Jamaah Haji 1447 H

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:20 WIB