Polemik Parkir RSUD Karawang Melebar, Askun Soroti Buruknya Komunikasi Pimpinan DPRD

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Karawang, 22 April 2026 – Suararevolusi,com Polemik usulan parkir gratis di RSUD Karawang yang kini merembet hingga isu dugaan “ijon pokok-pokok pikiran (pokir)” anggota dewan menuai sorotan tajam dari praktisi hukum sekaligus pengamat kebijakan, Asep Agustian.

Pria yang akrab disapa Askun itu menilai, persoalan tersebut sejatinya tidak akan melebar jika pimpinan DPRD Karawang memiliki pola komunikasi yang baik dan terbuka dengan masyarakat.

Menurutnya, aksi demonstrasi yang digelar organisasi masyarakat Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) pada Rabu (22/4/2026) dapat dihindari apabila DPRD responsif terhadap permohonan audiensi atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya diajukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seharusnya tidak perlu ada aksi turun ke jalan. GMPI awalnya hanya ingin menyampaikan aspirasi melalui RDP, tetapi tidak ditanggapi. Ini yang kemudian memicu kekecewaan,” ujar Askun.

Kritik Gaya Komunikasi DPRD

Askun secara tegas menilai gaya komunikasi pimpinan DPRD Karawang saat ini buruk dan jauh dari harapan publik. Ia menegaskan bahwa menyerap dan merespons aspirasi masyarakat merupakan tugas utama wakil rakyat.

“Apa sulitnya berkomunikasi dengan rakyat? Itu kan bagian dari tanggung jawab mereka,” katanya.

Ia juga menyindir sikap sejumlah anggota dewan yang dinilai berubah setelah menjabat. Menurutnya, saat masa Pemilihan Legislatif (Pileg), para politisi aktif mencari simpati masyarakat, namun setelah terpilih justru cenderung mengabaikan aspirasi publik.

Fenomena tersebut ia ibaratkan sebagai “kacang lupa kulitnya”, yakni melupakan asal-usul setelah memperoleh kekuasaan.

Rangkaian Polemik: KIR, Parkir, hingga Pokir

Lebih lanjut, Askun mengurai kronologi polemik yang berkembang. Ia menyebut persoalan bermula dari kebijakan layanan parkir berlangganan yang dikaitkan dengan uji KIR oleh Dinas Perhubungan Karawang, yang sempat menuai dugaan sebagai pungutan liar karena dinilai belum memiliki dasar hukum yang jelas.

Baca Juga:  Diduga Terkait Pemberitaan Galian C PJT II, Jurnalis Perempuan di Karawang Mengaku Diintimidasi dan Diancam Melalui Telepon

Polemik berlanjut ketika muncul usulan parkir gratis di RSUD Karawang oleh salahsatu anggota DPRD.Usulan tersebut memicu pro dan kontra, mengingat pengelolaan parkir oleh pihak ketiga selama ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seiring berkembangnya isu, sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat justru mendorong agar efisiensi anggaran difokuskan pada sektor lain, seperti gaji, tunjangan, hingga pokir anggota dewan, ketimbang menggratiskan parkir.

Namun, di tengah dinamika tersebut, DPRD Karawang dinilai tidak menunjukkan respons yang memadai, bahkan terkesan menghindari pembahasan publik.

Peringatan untuk Wakil Rakyat

Askun menegaskan bahwa tanggung jawab penyelesaian polemik ini berada di tangan pimpinan DPRD, mulai dari ketua, wakil ketua, pimpinan komisi, hingga ketua fraksi.

Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan mandat yang harus dijaga. Sikap abai terhadap aspirasi masyarakat, kata dia, akan berdampak pada penilaian publik di masa mendatang.

“Jika komunikasi saja sulit, masyarakat tentu akan mencatat dan mempertimbangkan kembali pilihannya di pemilu berikutnya,” tegasnya.

Kutip Sindiran Dedi Mulyadi

Menutup pernyataannya, Askun mengutip sindiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait perilaku pejabat yang kerap berubah setelah menjabat.

“Seperti yang disampaikan KDM, saat belum menjabat semua dirangkul demi simpati. Tapi setelah menjabat, justru sulit merespons masyarakat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak DPRD Karawang terkait kritik yang disampaikan.

Polemik ini pun masih menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera diselesaikan melalui dialog terbuka dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMERINTAH DESA CIDUGALEUN Mengucapkan Selamat Purnabakti Kepada Bapak DEDE FUAD, Kepala Dusun 04
Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 1 Agustus 2026- Layla Rizky, S.Sos resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, dalam tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2026-2034. Sabtu (1/8/2026).
Rumah Warga Kadu Gede RT 25/RW 09 Didatangi Orang Diduga Mabuk Tengah Malam
Antisipasi Kekeringan, Kem-PUPR Salurkan Bantuan Air Bersih di Lapangan Desa Jayapura Cigalontang
RATUSAN WARGA DESA CIDUGALEN ANTUSIAS IKUTI JALAN SEHAT HUT KE-81 RI*
WARGA DESA SIRNARAJA TUNJUKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG, BENAHI LAPANGAN SECARA SWADAYA
GMPB Desak Kejari Kabupaten Bogor Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSUD Parung hingga Aktor Intelektual
UCAPAN HARI JADI KE-394 KABUPATEN TASIKMALAYA NYORANG MANGSA TASIK RAHARJA
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:13 WIB

PEMERINTAH DESA CIDUGALEUN Mengucapkan Selamat Purnabakti Kepada Bapak DEDE FUAD, Kepala Dusun 04

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 1 Agustus 2026- Layla Rizky, S.Sos resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, dalam tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2026-2034. Sabtu (1/8/2026).

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Rumah Warga Kadu Gede RT 25/RW 09 Didatangi Orang Diduga Mabuk Tengah Malam

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:41 WIB

Antisipasi Kekeringan, Kem-PUPR Salurkan Bantuan Air Bersih di Lapangan Desa Jayapura Cigalontang

Senin, 27 Juli 2026 - 09:35 WIB

RATUSAN WARGA DESA CIDUGALEN ANTUSIAS IKUTI JALAN SEHAT HUT KE-81 RI*

Berita Terbaru