Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan melalui Direktorat Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan Gelar Audiensi PT MRT

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Bertempat di Ruang Rapat Kantor PT. MRT Jakarta, telah dilaksanakan Audiensi antara Direktorat Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan beserta JICA Land Lab Team dengan PT. MRT Jakarta, mengenai kegiatan pengembangan pertanahan khususnya di kawasan TOD Harmoni.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur Pengembangan Bisnis, Farchad Mahmud dengan topik pembahasan utama terkait Aspek Perencanaan dan Regulasi dalam Penetuan Deliniasi Kawasan TOD Harmoni.
Dalam kesempatan kali ini, Reza Firdaus selaku Kepala Subdirektorat Pengembangan Pertanahan dan Pemanfaatan Tanah menyampaikan beberapa hal seperti bagaimana pendekatan kepada pemilik lahan telah dilakukan oleh MRT Jakarta dalam pengembagan kawasan TOD Harmoni. Maksud dan tujuan yang disampaikan oleh Reza Firdaus, disambut baik oleh PT. MRTJ yang akan mendukung Kawasan Harmoni sebagai kawasan TOD. Dimana Farchad Mahmud menjelaskan bahwa PT. MRTJ juga telah mengidentifikasi beberapa aset di kawasan Stasiun MRT Harmoni dan terdapat tim juga yang berfokus pada aset-aset sekitar kawasan TOD Harmoni. Tentunya dalam menjalankan tugasnya sebagai pengoperasian MRT, PT. MRTJ juga melibatkan beberapa stakeholder untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan wilayah kawasan TOD. Dan poin-poin penting yang perlu dipertimbangkan seperti penunjukan operator TOD (Transit Oriented Development) yang berwenang, perizinan dan dukungan regulasi dari Kementerian ATR/BPN, diperlukan proyek “quick win” untuk mendorong implementasi TOD, dan skema pengembangan Kawasan TOD Harmoni. Dengan adanya audiensi ini diharapkan kedepannya terjalin kolaborasi yang sinergi antar stakeholder yang terkait dalam rangka penyelenggaraan pengembangan pertanahan khususnya pada Kawasan TOD di Harmoni. #DitjenPTPP #KTPP #KonsolidasiTanah #ATRBPN

Baca Juga:  Menteri Nusron Tinjau Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalin Silaturahmi dengan MACI, Kasat Lantas Polresta Pati Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas Kondusif
Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria
Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan
Dana Desa dan BUMDes Loning Pemalang Disorot Publik, Warga Desak Pemeriksaan Faktual di Lapangan 
Diduga Tak Transparan Kelola Rp1,3 Miliar, Warga Desak Inspektorat Audit Investigatif Pemdes Loning
BUMDes Loning Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Jejak Pengawasan DPMD dan Inspektorat Pemalang
Pengguna Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku: Bisa Urus Tanah Tanpa Cuti
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Jalin Silaturahmi dengan MACI, Kasat Lantas Polresta Pati Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas Kondusif

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Dana Desa dan BUMDes Loning Pemalang Disorot Publik, Warga Desak Pemeriksaan Faktual di Lapangan 

Berita Terbaru