
Suara revolusi.com .Rokan Hilir – Predikat sebagai “lapas terpadat di Indonesia” kini tidak lagi disandang oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi. Proses relokasi seluruh Warga Binaan dari Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke gedung baru yang berlokasi di Ujung Tanjung ,Rokan Hilir berhasil dilaksanakan dengan aman, tertib, dan lancar pada Kamis (4/6/2026).
Relokasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan, sekaligus mendukung optimalisasi layanan dan program pembinaan bagi Warga Binaan.
Pelaksanaan pemindahan dilakukan secara menyeluruh dengan pengamanan ketat yang melibatkan sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan personel Brimob. Seluruh tahapan, mulai dari persiapan, proses pemindahan, hingga penempatan Warga Binaan di hunian baru, berlangsung sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Momen bersejarah tersebut turut disaksikan oleh Wakil Bupati Rokan Hilir sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terhadap peningkatan sarana dan prasarana pemasyarakatan di daerah tersebut. Kehadiran unsur pemerintah daerah mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Dengan rampungnya proses relokasi, seluruh Warga Binaan kini telah menempati fasilitas baru Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi di Ujung Tanjung. Fasilitas yang lebih representatif diharapkan mampu menunjang pelaksanaan pembinaan yang lebih efektif, meningkatkan aspek keamanan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih kondusif.
Direktur Pengamanan dan Intelijen, Tatan Dirsan Atmaja, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan relokasi tersebut.
“Relokasi ini merupakan hasil kerja sama dan perencanaan yang matang. Alhamdulillah seluruh Warga Binaan dapat dipindahkan dengan aman tanpa hambatan berarti. Sinergi antara jajaran pemasyarakatan, Brimob, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Kami berharap fasilitas yang baru dapat semakin mendukung terciptanya kondisi lapas yang aman, tertib, dan produktif,” ujar Tatan.
Keberhasilan relokasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, sekaligus menghadirkan lingkungan pembinaan yang lebih layak bagi Warga Binaan di Kabupaten Rokan Hilir.(Gs).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT










