Diduga Terkait Pemberitaan Galian C PJT II, Jurnalis Perempuan di Karawang Mengaku Diintimidasi dan Diancam Melalui Telepon

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG – Suararevolusi , com.- Seorang jurnalis perempuan dari media daring Nuansa Metro, Fitri atau yang akrab disapa Mpit, mengaku menjadi korban intimidasi dan ancaman melalui sambungan telepon yang diduga berkaitan dengan aktivitas jurnalistiknya dalam mengungkap dugaan praktik galian C di lahan milik PJT II, wilayah Kotabaru,(18/7/2026).

Merasa keselamatannya terancam, Fitri mendatangi kantor LBH Arya Mandalika untuk meminta pendampingan hukum. Ia diterima langsung oleh Direktur Eksekutif LBH Arya Mandalika, Hendra Supriatna, S.H., M.H., yang menyatakan siap memberikan perlindungan hukum atas dugaan intimidasi tersebut.

Kepada kuasa hukumnya, Fitri menceritakan bahwa ancaman bermula dari panggilan telepon seorang pria yang mempertanyakan alasan dirinya terus memberitakan dugaan aktivitas galian C di lahan PJT II.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang tersebut tidak mengucapkan salam. Ia langsung bertanya dengan nada tinggi mengapa saya terus menaikkan berita mengenai galian PJT II,” ujar Fitri.

Fitri menjelaskan bahwa seluruh pemberitaan yang ditulisnya merupakan bagian dari tugas jurnalistik berdasarkan arahan pimpinan redaksi dan dilakukan sesuai dengan prinsip kerja pers yang profesional untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Namun, penjelasan tersebut justru memicu kemarahan penelepon. Menurut Fitri, pria itu terus menanyakan identitas pimpinan redaksinya serta keberadaannya. Dalam percakapan tersebut, ia juga mengaku mendengar ucapan yang membawa-bawa kata “pistol”, sehingga membuat dirinya merasa takut dan terintimidasi.

“Sebagai perempuan, saya merasa sangat tertekan. Ucapan yang mengarah pada penggunaan pistol membuat saya khawatir terhadap keselamatan diri saya,” ungkapnya.

Tidak hanya melalui telepon, Fitri juga mengaku sebelumnya telah menerima sejumlah pesan intimidasi melalui nomor telepon dan aplikasi WhatsApp yang berisi permintaan agar pemberitaan mengenai dugaan galian C tersebut dihentikan.

Baca Juga:  JELANG HPN 2026, KETUA UMUM APPI IMBAU CEGAH KRIMINALISASI WARTAWAN

Atas kondisi tersebut, Fitri memutuskan meminta perlindungan hukum agar dapat menjalankan tugas jurnalistik tanpa tekanan maupun ancaman.

Direktur Eksekutif LBH Arya Mandalika, Hendra Supriatna, S.H., M.H., mengecam keras segala bentuk intimidasi terhadap insan pers. Menurutnya, tindakan yang menghalangi kerja jurnalistik merupakan ancaman terhadap kebebasan pers yang telah dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

“Setiap jurnalis memiliki hak untuk menjalankan profesinya secara independen tanpa intimidasi, ancaman, maupun tekanan dari pihak mana pun. Pers bekerja untuk kepentingan publik, sehingga upaya menghalangi kerja jurnalistik merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” tegas Hendra.

Ia menambahkan, dugaan intimidasi tersebut berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya ketentuan yang menjamin kemerdekaan pers dari segala bentuk penyensoran, pembredelan, maupun pelarangan penyiaran.

LBH Arya Mandalika menyatakan akan mengawal proses hukum kasus tersebut, termasuk mendampingi korban apabila laporan resmi kepada aparat penegak hukum ditempuh. Selain itu, LBH juga mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku maupun motif di balik dugaan ancaman tersebut agar tidak menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers di Indonesia.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa jurnalis, termasuk jurnalis perempuan, harus memperoleh perlindungan dalam menjalankan tugasnya menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang wajib dijaga, sementara setiap bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(Fitri/mpit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SDN Kondangjaya II Karawang Cetak Teladan Berkarakter, Sandi Aria Nugraha Raih Penghargaan “Siswa Tersantun”
Kejari Rohul Bebaskan 2 Tersangka Lewat Restorative Justice, Disetujui Kejati Riau & Jampidum Kejagung
Gerakan Rakyat Jakarta Timur Perkuat Kaderisasi untuk Mewujudkan Perubahan 
Pimpinan Redaksi SuaraRevolusi.com Tien Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Pimpinan Redaksi Bokir.id Apresiasi Pelayanan RS Delima Asih Sisma Medika Karawang
Pimpinan Redaksi Bokir.id Dirawat di RS Delima Asih Sisma Medika Karawang, DPD APPI Berikan Dukungan dan Doa
Warga Diminta Waspada, Kasus Pencurian Kembali Terjadi di Kawasan Saluyu Riung Bandung
Ketua Umum APPI Ade Julhaidir, CFLE Prihatin Atas Vonis 18 Tahun Penjara terhadap Nadiem Makarim
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terbaru

Uncategorized

TMMD Ke-129 Bangun Jalan Lingkungan di Cibarusah, Akses Sulit Jadi Prioritas Pembangunan Kabupaten Bekasi — Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah. Salah satu sasaran fisik yang tengah dikerjakan adalah pembangunan jalan lingkungan di Dusun 1 Tegal Panjang RT 02/RW 01, Sabtu (18/7/2026). Pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh personel Satgas TMMD Ke-129 bersama masyarakat secara bergotong royong. Salah satu personel yang terlibat, Serda Vikri dari Yonif 843/PVY, mengatakan kondisi medan menuju lokasi cukup sulit, namun tidak mengurangi semangat personel dalam menyelesaikan pekerjaan. “Meski akses menuju lokasi cukup sulit, ini merupakan bagian dari sasaran prioritas pembangunan fisik TMMD. Kami ingin jalan lingkungan ini dapat mempermudah masyarakat Desa Wibawamulya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Serda Vikri. Jalan lingkungan yang dibangun memiliki panjang 175 meter, lebar 1 meter, dan tebal 15 sentimeter. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat. Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Michael Ronald S.I.P, mengatakan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan menjadi salah satu fokus program TMMD sebagai bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat. “Pembangunan jalan lingkungan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui TMMD, TNI bersama pemerintah daerah dan warga terus bersinergi membangun desa yang lebih maju dan sejahtera,” kata Michael Ronald. Program TMMD Ke-129 di Desa Wibawamulya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan. (Pendim 0509Kabupaten Bekasi)

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Diduga Terkait Pemberitaan Galian C PJT II, Jurnalis Perempuan di Karawang Mengaku Diintimidasi dan Diancam Melalui Telepon

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:00 WIB

SDN Kondangjaya II Karawang Cetak Teladan Berkarakter, Sandi Aria Nugraha Raih Penghargaan “Siswa Tersantun”

Senin, 6 Juli 2026 - 11:06 WIB

Kejari Rohul Bebaskan 2 Tersangka Lewat Restorative Justice, Disetujui Kejati Riau & Jampidum Kejagung

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:18 WIB

Gerakan Rakyat Jakarta Timur Perkuat Kaderisasi untuk Mewujudkan Perubahan 

Senin, 1 Juni 2026 - 21:39 WIB

Pimpinan Redaksi SuaraRevolusi.com Tien Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Berita Terbaru

Uncategorized

TMMD Ke-129 Bangun Jalan Lingkungan di Cibarusah, Akses Sulit Jadi Prioritas Pembangunan Kabupaten Bekasi — Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah. Salah satu sasaran fisik yang tengah dikerjakan adalah pembangunan jalan lingkungan di Dusun 1 Tegal Panjang RT 02/RW 01, Sabtu (18/7/2026). Pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh personel Satgas TMMD Ke-129 bersama masyarakat secara bergotong royong. Salah satu personel yang terlibat, Serda Vikri dari Yonif 843/PVY, mengatakan kondisi medan menuju lokasi cukup sulit, namun tidak mengurangi semangat personel dalam menyelesaikan pekerjaan. “Meski akses menuju lokasi cukup sulit, ini merupakan bagian dari sasaran prioritas pembangunan fisik TMMD. Kami ingin jalan lingkungan ini dapat mempermudah masyarakat Desa Wibawamulya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Serda Vikri. Jalan lingkungan yang dibangun memiliki panjang 175 meter, lebar 1 meter, dan tebal 15 sentimeter. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat. Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Michael Ronald S.I.P, mengatakan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan menjadi salah satu fokus program TMMD sebagai bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat. “Pembangunan jalan lingkungan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui TMMD, TNI bersama pemerintah daerah dan warga terus bersinergi membangun desa yang lebih maju dan sejahtera,” kata Michael Ronald. Program TMMD Ke-129 di Desa Wibawamulya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan. (Pendim 0509Kabupaten Bekasi)

Sabtu, 18 Jul 2026 - 08:33 WIB