Hasil Ukur Ulang Berbeda dari Sertipikat? Ini Penjelasannya!

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halo #SobATRBPN! 👋

Pernah mendengar atau bahkan mengalami hasil ukur ulang tanah yang berbeda dengan luas yang tercantum pada sertipikat? Tenang, hal tersebut bukan berarti sertipikat Anda bermasalah.

Perbedaan hasil pengukuran dapat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

📌 1. Teknologi pengukuran semakin akurat
Peralatan ukur saat ini memiliki tingkat ketelitian yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi yang digunakan pada pengukuran sebelumnya.

📐 2. Pengukuran dilakukan lebih detail
Setiap sudut dan batas bidang tanah diukur secara lebih teliti sehingga menghasilkan data yang lebih presisi.

🌱 3. Kondisi batas tanah dapat berubah
Patok batas bisa bergeser, hilang, atau berubah akibat faktor alam maupun aktivitas manusia sehingga memengaruhi hasil pengukuran.

📄 4. Data lama disesuaikan dengan kondisi lapangan
Pengukuran ulang bertujuan mencocokkan data administrasi dengan kondisi sebenarnya di lapangan agar data pertanahan semakin akurat.

Baca Juga:  Sambangi Lampung, Wamen ATR/Waka BPN: Pelayanan di Loket Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kantah

Sesuai PP Nomor 24 Tahun 1997, apabila terdapat perbedaan data hasil ukur namun batas bidang tanah telah disepakati oleh para pihak, maka data pada sertipikat dapat diperbarui berdasarkan hasil pengukuran terbaru.

Melalui pengukuran ulang, manfaat yang diperoleh antara lain:
✅ Mencegah terjadinya tumpang tindih bidang tanah.
✅ Memberikan kepastian letak dan batas tanah.
✅ Mewujudkan data pertanahan yang akurat dan terpercaya.
✅ Memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi pemegang hak atas tanah.

💡 Ingat, kepastian batas tanah berawal dari data yang akurat dan patok batas yang terpasang dengan benar.

Yuk, jaga dan pelihara patok batas tanah serta dukung tertib administrasi pertanahan demi kepastian hukum bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Asistensi Peralihan Hak atas Tanah kepada PT Pura Barutama
Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah
Kementerian ATR/BPN Dukung Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kawasan Hutan secara Terintegrasi
Ditjen SPPR Buka Kesempatan Magang Mandiri bagi Mahasiswa, Simak Ketentuannya!
Kementerian ATR/BPN Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Kobarkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati
Rapat Koordinasi Lintas Instansi Ditjen PTPP bersama BRAN Gelar Rakor Lintas Instansi Bahas Mekanisme Pinjam Pakai Gedung
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Asistensi Peralihan Hak atas Tanah kepada PT Pura Barutama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Kementerian ATR/BPN Dukung Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kawasan Hutan secara Terintegrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Ditjen SPPR Buka Kesempatan Magang Mandiri bagi Mahasiswa, Simak Ketentuannya!

Berita Terbaru

Uncategorized

Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah

Kamis, 29 Okt 2026 - 01:02 WIB