Peran urban designer semakin strategis di tengah dinamika pembangunan perkotaan yang kian cepat dan kompleks. Di satu sisi, perencana kota dituntut memahami kebijakan serta proses perencanaan pemerintah, sementara di sisi lain juga harus mampu merespons kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan tantangan keberlanjutan lingkungan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Asia-Pacific Urban Designers (APUD) menyelenggarakan Series of Seminars and Workshops on Works of Urban Designers in Various Occupations secara daring pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang diskusi dan pembelajaran lintas profesi bagi para perencana dan pemangku kepentingan di bidang perkotaan.
Pada seri ke-8, seminar mengangkat perspektif perencanaan spasial dari Indonesia dan Malaysia dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman sebagai pengambil kebijakan di pemerintahan serta pimpinan perusahaan dan organisasi berbasis lingkungan. Seri ini menjadi wadah belajar bersama bagi para perencana kota untuk menggali pengalaman nyata dari praktisi yang berkiprah di berbagai sektor.
Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Reny Windyawati, yang hadir sebagai narasumber secara daring, memaparkan tugas dan fungsi Kementerian ATR/BPN serta peran Direktorat Jenderal Tata Ruang dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia. Ia menekankan bahwa implementasi penataan ruang yang didukung kerangka regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021, menjadi kunci dalam menyeimbangkan tujuan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui penciptaan keselarasan antara lingkungan alam dan lingkungan terbangun, integrasi pemanfaatan sumber daya, serta perlindungan fungsi ruang dari dampak negatif pemanfaatan ruang.
Selengkapnya di tataruang.atrbpn.go.id
#BersamaMenataRuang
