
Suara revolusi.com. Kampar — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan
Pembangunan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI-Polri di berbagai wilayah Indonesia, diresmikan dari Istana Negara secara Daring kamis 14/8/2026 di jakarta .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden juga memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri yang dinilai telah bekerja bersama masyarakat membangun infrastruktur hingga ke desa dan wilayah terpencil.
Secara nasional, Polri telah membangun dan merenovasi sebanyak 895 Jembatan Merah Putih Presisi. Presiden Prabowo menilai program tersebut merupakan bentuk pengabdian sekaligus wujud nyata kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian, itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya. , hari ini saya
menyampaikan rasa bangga kepada Kapolri Jenderal Polisi Prabowo Listio Sigit kata Presiden RI Prabowo secara daring dari
Istana Negara.
Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran
“Saudara telah menangkap apa arti menjadi pemimpin. Saudara telah menangkap bagaimana bahagianya kalau kita bisa berbuat yang berarti untuk rakyat kita. Apalagi rakyat kita yang paling terpencil, apalagi rakyat kita di desa,” ujar Prabowo.
Kapolda Riau Laporkan 110 Jembatan
Dalam rangkaian peresmian tersebut, Presiden Prabowo menyapa sejumlah Polda melalui konferensi video, salah satunya Polda Riau.dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kabupaten Kampar, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan pembangunan jembatan sekaligus sejumlah program yang dilakukan untuk menjangkau masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses.
Herry mengatakan, arahan Presiden agar negara menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat diterjemahkan Polda Riau melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi bersama masyarakat.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden agar setiap ujung negara bekerja menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, kami di Riau berusaha menerjemahkan arahan tersebut melalui satu pekerjaan bersama,” kata Herry kepada Presiden.
Juga Hery melaporkan bahwa Polda Riau bersama masyarakat telah membangun sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Riau.
“Kami, Polda Riau bersama-sama masyarakat membuat dan membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi,” Hery
Setelah itu ,Kapolda Riau memperkenalkan Raisa Adelia, pelajar berusia 13 tahun asal Desa Gobah yang merasakan langsung manfaat pembangunan jembatan tersebut.
Di hadapan Presiden, siswi MTs Ahmad Dahlan Gobah itu mengawali percakapan dengan pantun.
“Beli durian di pinggir jalan, dimakan bersama teman sejati. Jembatan Merah Putih menjadi kebanggaan, Pak Presiden senyum, kebanggaan kami,” ucap Raisa.
Raisa kemudian menceritakan kondisi jembatan di desanya sebelum diperbaiki. Menurutnya, kondisi jembatan yang rusak dan berlubang sebelumnya menyulitkan dirinya untuk pergi ke sekolah.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah membuat jembatan di desa kami. Dulunya jembatan kami ini rusak parah dan bolong-bolong. Sekarang, kami sudah tidak bersusah payah untuk pergi ke sekolah karena jembatannya sudah bagus.
Terima kasih Bapak Presiden, panjang umur dan sehat selalu,” kata Raisa Adelia

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Riau juga melaporkan pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk mendatangi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih menghadapi keterbatasan akses di Provinsi Riau.
“Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81, kami membuat program Ekspedisi Merah Putih Presisi sebagai tindak lanjut arahan Bapak Kapolri untuk mendatangi masyarakat pada wilayah terluar dan terdepan yang masih memiliki keterbatasan akses di Provinsi Riau,” kata Herry.
Selain menjangkau masyarakat di wilayah 3T, ekspedisi tersebut juga membawa misi pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman dan restorasi mangrove di kawasan pesisir.
“Dalam kegiatan tersebut, kami juga melaksanakan penanaman dan restorasi mangrove sebagai upaya memperkuat benteng alami wilayah pesisir yang terdampak abrasi,” jelasnya.
Presiden Prabowo menegaskan pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada proyek-proyek besar. Menurutnya, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kehidupan juga harus merasakan kehadiran negara dan memperoleh kualitas hidup yang layak.
“Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” tegas Presiden.
Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam membuka akses serta menghadirkan manfaat pembangunan hingga ke wilayah pelosok.(Gs).






