Ribuan Wakala di Nagan Raya Minta Jangan Ganggu Mata Pencaharian Rakyat dari Tambang Emas

- Penulis

Minggu, 14 September 2025 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya-SuaraRevolusi.com

Mencuatnya isu dan pemberitaan miring tentang pengelolaan tambang emas belum berizin di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, ribuan kepala keluarga (KK) Wanita Kepala Rumah Tangga (Wakala) minta kepada pihak instansi hukum agar tidak ganggu kegiatan tersebut.

Puluhan ibu-ibu kepala rumah tangga bermata pencaharian hidup dari aktivitas tambang emas tersebut kepada media Suara revolusi.com secara tegas dan mengharap untuk tidak memutuskan mata rantai ekonomi rumah tangga mereka dari mendulang emas dibantu alat berat penambang, Minggu (14/09/25).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami untuk dapatkan uang beli beras kebutuhan keluarga kami bersumber dari hasil mendulang emas dari bahan baku dibantu oleh Beko para penambang emas, lebih dari itu pendapatan kami untuk biaya pendidikan anak kami,” ujar Murniati didampingi puluhan ibu-ibu lainnya.

Kata mereka, dalam situasi perekonomian negeri ini sedang sulit atau disebut inflasi ekonomi, kemana dan bagaimana mereka menghidupi keluarga dan memberikan pendidikan formal dan agama anak-mereka, sementara lapangan kerja pun sangat sulit didapat.

“Sekarang untuk mencari brondolan sawit pun ditempat kami dekat kawasan perkebunan tidak bisa, maka kami ikut teman-teman untuk mendulang emas untuk kebutuhan hidup keluarga kami,” sebut Maisarah lirih.

Para Wakala di Nagan Raya meminta kepada Presiden Prabowo dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf agar memberikan peluang kepada para penambang emas belum miliki izin itu agar tetap beraktivitas secara lancar dan tanpa ada gangguan dari banyak pihak oknum yang merusak tatanan dilapangan.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Hadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Triwulan II serta Rencana Aksi Triwulan III Bersama Kakanwil BPN Jawa Tengah

“Kami tidak mencari kaya dari mendulang dibantu bahan baku dari Beko milik para penambang emas, para penambang juga mengeluarkan modal, bukan kerja menggunakan air dan daun,” sebut Aminah.

Dimintai tanggapannya, Aktivis Pemerhati Publik dan Ekonomi Kerakyatan, Drs. Irfan Nur menyampaikan, itu pernyataan jeritan rakyat kecil yang harus dipertimbangkan oleh pihak pemerintah dan semua pihak terkait dalam rangka menekan dan menanggulangi inflasi ekonomi rakyat, terutama di Nagan Raya, Aceh.

“Informasi kami peroleh dilapangan dari masyarakat kelas menengah kebawah bahwa ribuan Wanita Kepala Rumah Tangga bergantung hidup dari aktivitas tambang emas di pedalaman Nagan Raya,” kata Drs. Irfan Nur. melalui pesan WhatsApp miliknya.

Menurut Pegiat Sosial Ekonomi publik itu, keluhan disampaikan para ibu-ibu rumah tangga berstatus kepala keluarga itu adalah jeritan hati nurani mereka demi menyambung hidup dan membiayai pendidikan layak bagi anak-anaknya.

“Mari kita peduli dan prihatin terhadap jeritan rakyat, penambang emas berikan kemudahan untuk bahan baku mendulang bagi para ibu-ibu rumah tangga keluarga miskin tersebut,” ungkap Drs. Irfan Nur mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapim Akhir Kuartal I 2026, Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan
Pembodohan Publik :” Diduga Oknum Penambang Gali Kuari Ilegal, Hasil Ditampung di Lokasi Legal ?!”
Tambang Galian C Sumberrejo Diduga Terkesan Adanya Pembiaran, Ketum BPI KPNPA: Menunggu Bencana Baru Ditindaklanjuti
Om Bob: Insiden Hadiah Snack Untuk Juara Atlet Sepakbola Pati, Terkesan Mencoreng Kepemimpinan Bupati Pati
Anggota Akpersi Kampar, Dina Puspita Sari Diduga Dibanting Orang Tak Dikenal
Konfirmasi Tambang Donorojo, Ombudsman Jateng: Sesuai Ketentuan Diperlukan Pengawasan yang Berwenang
DLH Jepara Bungkam saat Dikonfirmasi Tambang Sertu Donorojo, Ada Apakah..?!
Didik, Direktur PT Rahayu Utomo Jaya: Aksi Masyarakat Itu Adalah Bagian dari Demokrasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 02:46 WIB

Rapim Akhir Kuartal I 2026, Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:51 WIB

Pembodohan Publik :” Diduga Oknum Penambang Gali Kuari Ilegal, Hasil Ditampung di Lokasi Legal ?!”

Senin, 12 Januari 2026 - 14:17 WIB

Tambang Galian C Sumberrejo Diduga Terkesan Adanya Pembiaran, Ketum BPI KPNPA: Menunggu Bencana Baru Ditindaklanjuti

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:21 WIB

Om Bob: Insiden Hadiah Snack Untuk Juara Atlet Sepakbola Pati, Terkesan Mencoreng Kepemimpinan Bupati Pati

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:43 WIB

Anggota Akpersi Kampar, Dina Puspita Sari Diduga Dibanting Orang Tak Dikenal

Berita Terbaru

Uncategorized

Ingin Mengembangkan Usaha? Pahami Proses Pengurusan KKPR Berikut Ini

Senin, 20 Apr 2026 - 01:52 WIB