Kementerian ATR/BPN Bersama KPK gelar Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Perilaku Miscounduct dalam layanan Pertanahan dan Tata Ruang

Kementerian ATR/BPN Bersama KPK gelar Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Perilaku Miscounduct dalam layanan Pertanahan dan Tata Ruang

Spread the love

Jakarta,Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Sosialisasi Budaya Integritas ASN dengan tema “Pencegahan Korupsi dan Perilaku Miss-Conduct dalam Pelayanan Tata Ruang dan Pertanahan.” Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan dan membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, serta bebas dari korupsi, pungutan liar, dan gratifikasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Acara tersebut berlangsung secara hybrid di Aula Prona, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, pada Jum’at (14/11/2025).

Membuka acara, Wakil Menteri ATR/ Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menekankan pentingnya pelayanan publik yang transparan, sehingga setiap proses yang dilalukan harus jelas, terukur dan bebas dari penyimpangan. Adapun komitmen Kementerian ATR/BPN dibuktikan mulai dari percepatan digitalisasi layanan hingga pengawasan internal oleh Inspektorat Jenderal. Namun ia menegaskan, seluruh upaya tersebut tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa disiplin dan integritas.

Selanjutnya, Plt Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aminuddin selaku narasumber, menjelaskan dalam paparannya bahwa layanan publik menjadi fokus area perhatian KPK dalam melaksanakan tugas dan stranas PK. Adapun peluang tindakan korupsi maupun perilaku koruptif dalam penyelenggaran layanan publik yang sering dijumpai yaitu sistem yang lemah, minimnya akuntabilitas, dan merítokrasi yang tidak berjalan.

Baca selengkapnya di tataruang.atrbpn.go.id

#DitjenTataRuang
#BersamaMenataRuang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *