Di tahun 2026, pelaksanaan PTSL Terintegrasi ILASPP ditargetkan mencapai 1,6 juta hektare di 19 provinsi. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan penyelarasan pemahaman agar seluruh pihak bergerak dengan arah, tujuan, dan prioritas yang sama.
Untuk itu, pada 10–11 Februari 2026 dilaksanakan Sosialisasi Kegiatan Pengukuran, Pemetaan, dan Informasi Bidang Tanah PTSL Terintegrasi ILASPP secara hybrid. Kegiatan ini dihadiri secara luring oleh perwakilan Kementerian ATR/BPN, Kanwil BPN, PMU ILASPP, serta Kepala Seksi Survei dan Pemetaan dari 104 Kantor Pertanahan. Sementara itu, lebih dari 300 peserta dari Kanwil BPN, Kantah, dan penyedia jasa turut bergabung secara daring.
Para peserta mendapatkan penguatan materi dari Ditjen SPPR, Pusdatin, dan PMU ILASPP, meliputi Peta Bidang Tanah (PBT) PTSL pihak ketiga, foto tegak, manajemen risiko, hingga monitoring dan evaluasi melalui sistem KKP. Tak hanya itu, aspek keuangan, pengadaan, dan safeguards juga menjadi bagian penting dalam pembahasan.
Sekretaris Ditjen SPPR, Yoga Suwarna, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penyedia jasa guna mendukung pencapaian target 1,6 juta hektare. Sementara itu, Land Tenure Consultant Bank Dunia, Cecilia Juwita, mengapresiasi capaian PTSL Terintegrasi tahun 2025 yang menunjukkan kapasitas teknis dan komitmen kuat seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN.
#PTSLTerintegrasi #ILASPP #ATRBPN #PemetaanTanah #ReformasiAgraria
