Suararevolusi.com – JAKARTA | Sejumlah orang yang tidak dikenal terlihat membagikan lembaran/brosur kepada sejumlah orang di kawasan pusat aktivitas BYD di Jakarta, pada Selasa 6 Oktober 2026.
Aktivitas tersebut terekam dalam sejumlah dokumentasi foto. Beberapa orang terlihat menerima dan membaca lembaran yang dibagikan, sementara aktivitas serupa juga tampak dilakukan di sejumlah titik di sekitar kawasan tersebut.
Yang menarik perhatian, kemunculan pembagian brosur ini terjadi di tengah sorotan terhadap persoalan PT CMM (Cholyfour Mitra Mandiri) di Kabupaten Subang, perusahaan yang sebelumnya menjadi perhatian publik terkait aktivitas pengumpulan/pengelolaan limbah di wilayah Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pemberitaan terbaru, aktivitas PT CMM di lokasi tersebut saat ini dihentikan sementara dan dilakukan penutupan/penyegelan sampai proses perizinan dinyatakan terpenuhi. DPRD Subang bersama pemerintah daerah sebelumnya melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi tersebut.
❓ LALU, APAKAH ADA KAITANNYA DENGAN PERSOALAN CMM?
Pertanyaan tersebut kini menarik untuk diajukan.
Apakah pembagian brosur di kawasan pusat BYD Jakarta tersebut memiliki hubungan dengan persoalan PT CMM di Subang?
Atau, apakah kegiatan itu merupakan aksi penyampaian informasi, aspirasi, atau bentuk komunikasi tertentu yang berkaitan dengan polemik pengelolaan limbah dan hubungan usaha yang selama ini menjadi sorotan?
Sampai dokumentasi ini dibuat, belum terdapat bukti yang dapat memastikan bahwa pembagian brosur tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan PT CMM maupun persoalan pengelolaan limbah di Subang.
Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk BYD maupun pihak yang membagikan brosur, mengenai maksud dan tujuan kegiatan tersebut.
🔎 PUBLIK BERHAK BERTANYA
Persoalan PT CMM sendiri bukan lagi sekadar isu di media sosial. Dalam perkembangan terbaru, DPRD dan Pemkab Subang telah mengambil langkah penghentian sementara aktivitas di lokasi setelah ditemukan persoalan terkait kelengkapan perizinan.
Kini muncul dokumentasi aktivitas pembagian brosur di kawasan pusat BYD Jakarta.
Kebetulan semata, atau ada mata rantai informasi yang sedang bergerak?
Pertanyaan tersebut tentu menjadi kewenangan pihak terkait untuk menjawab.
Yang jelas, publik membutuhkan transparansi, terutama jika terdapat hubungan antara aktivitas perusahaan, pengelolaan limbah, mitra usaha, serta keberadaan PT CMM di Subang.
Apakah BYD mengetahui aktivitas pembagian brosur tersebut? Siapa yang memerintahkan? Apa isi dan tujuan brosur? Dan apakah ada kaitannya dengan persoalan PT CMM di Subang?
Publik menunggu klarifikasi.
(*)








