Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) hadiri Rapat Ekspose Pemeriksaan Pendahuluan Kinerja 2025 bersama Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)

- Penulis

Minggu, 28 September 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) hadiri Rapat Ekspose Pemeriksaan Pendahuluan Kinerja 2025 bersama Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), pada Jumat (26/09/2025). Rapat ini membahas berbagai isu penting terkait Pengendalian Hak Atas Tanah (HAT), mulai dari keterbatasan SDM, lemahnya regulasi, hingga sistem informasi digital. Juga, komitmen dan inovasi yang tengah dilaksanakan.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen PPTR Jonahar menyampaikan komitmennya dalam Pengendalian HAT, antara lain melalui pengendalian yang dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu di awal, di tengah, dan di akhir, yang dituangkan dalam roadmap Pengendalian HAT. “Jika ketiga tahap pengendalian ini terlaksana dengan baik, maka tanah telantar dapat dicegah,” tegas Jonahar.

Selain itu, Jonahar juga memperkenalkan SKALA (Sistem Informasi Kendali Tanah) sebagai inovasi yang tengah dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai data, diantaranya data pertanian, tata ruang, dan HAT. Juga, gagasan penerapan pajak progresif bagi penguasaan lahan di atas 100 ribu hektar, yang selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan program pembangunan, juga dapat menjadi solusi ketimpangan pemilikan dan penguasaan tanah.

Menyoal Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Jonahar juga menekankan pentingnya penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dalam menekan laju alih fungsi lahan. Lebih lanjut, Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan, dan Wilayah Tertentu, Andi Renald, menegaskan keberhasilan penurunan laju alih fungsi lahan yang sangat signifikan dibanding sebelum adanya penetapan LSD.

Rapat ditutup dengan penegasan dari Tim Pemeriksa BPK RI terkait perlunya penguatan regulasi, kelembagaan hingga tingkat Kanwil dan Kantah, serta sinkronisasi dengan UU Administrasi Pemerintahan dalam pelaksanaan Pengendalian HAT.

Baca selengkapnya, kunjungi : https://atrbpn.go.id

#DitjenPPTR
#KementerianATRBPN #HANTARU2025
#MelayaniProfesionalTerpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertipikasi Tanah Bawa Kepastian Hukum dan Beri Ketenangan Lebih untuk Masyarakat
Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Yan Septedyas Ingatkan Jajaran Pegawai Kanwil BPN Jawa Tengah untuk Taat Regulasi dan Jaga Integritas
Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah secara Daring
Sanggabuana Menuju Kawasan Konservasi, dimulai dari Rumah Bibit dan Rehabilitasi Habitat 
Galian C Diduga Ilegal di Pati Disorot, ESDM Mengaku Tak Berwenang, BPI KPNPA RI Desak Penegakan Hukum Terpadu
Terkesan Menutupi Permasalahan, Pengurus Yayasan: Pengasuh Tidak Ada Ditempat
Inisial S Disebut Dalam Sidak Pertambangan Pemkab Pati, Diduga Ilegal
Sarasehan Kolaboratif Revisi RTR KSN Jabodetabek-Punjur: Menata Ulang Kawasan dalam Menghadapi Tantangan Urbanisasi dan Perubahan Iklim
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:46 WIB

Sertipikasi Tanah Bawa Kepastian Hukum dan Beri Ketenangan Lebih untuk Masyarakat

Rabu, 29 April 2026 - 12:42 WIB

Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Yan Septedyas Ingatkan Jajaran Pegawai Kanwil BPN Jawa Tengah untuk Taat Regulasi dan Jaga Integritas

Rabu, 29 April 2026 - 12:37 WIB

Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah secara Daring

Rabu, 29 April 2026 - 10:54 WIB

Sanggabuana Menuju Kawasan Konservasi, dimulai dari Rumah Bibit dan Rehabilitasi Habitat 

Selasa, 28 April 2026 - 11:16 WIB

Galian C Diduga Ilegal di Pati Disorot, ESDM Mengaku Tak Berwenang, BPI KPNPA RI Desak Penegakan Hukum Terpadu

Berita Terbaru