KNPI Riau Desak Kejati Percepat Kasus Dugaan Kerusakan Lingkungan PT Musim Mas

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288
Oplus_16908288

Suara revolusi com.Pekan baru – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Riau menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (20/8/2026). Massa mendesak aparat penegak hukum mempercepat penanganan perkara dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang dikaitkan dengan PT Musim Mas di Kabupaten Pelalawan.

Wakil Ketua I KNPI Riau, Nouvendi, mengatakan perkara tersebut dinilai telah berlangsung cukup lama. Ia menyebut PT Musim Mas telah ditetapkan sebagai tersangka korporasi dan berdasarkan informasi yang diterima KNPI Riau, dugaan kerugian ekologis mencapai sekitar Rp187,86 miliar.

“Kasus ini sudah terlalu lama berjalan. Kami mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara yang menyangkut dugaan kerusakan lingkungan,” ujar Nouvendi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KNPI Riau meminta Kejati Riau segera menyelesaikan penelitian berkas perkara. Jika telah memenuhi syarat formil dan materiil, mereka mendesak jaksa segera menerbitkan P-21 agar perkara dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Baca Juga:  Masyarakat Kudus tidak perlu khawatir, Pengambilan Sertipikat bisa dilakukan di Hari Sabtu dan Minggu

Selain itu, KNPI meminta pemeriksaan terhadap aktivitas di kawasan sempadan Sungai Air Hitam serta evaluasi Izin Usaha Perkebunan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), dan sertifikasi keberlanjutan perusahaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

KNPI Riau juga meminta aparat terkait menelusuri dugaan aktivitas perkebunan di luar izin, ketidak sesuaian pelaporan nilai ekspor, serta aspek perpajakan dan transaksi. Mereka mendorong DJP dan PPATK melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Nouvendi menegaskan seluruh dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dan pembuktian dari lembaga berwenang.

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Penegakan hukum harus berjalan, tetapi pemulihan lingkungan juga harus menjadi bagian penting dari penyelesaian perkara,” pungkasnya.(Gs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Asistensi Peralihan Hak atas Tanah kepada PT Pura Barutama
Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah
Kementerian ATR/BPN Dukung Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kawasan Hutan secara Terintegrasi
Ditjen SPPR Buka Kesempatan Magang Mandiri bagi Mahasiswa, Simak Ketentuannya!
Kementerian ATR/BPN Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Kobarkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati
Rapat Koordinasi Lintas Instansi Ditjen PTPP bersama BRAN Gelar Rakor Lintas Instansi Bahas Mekanisme Pinjam Pakai Gedung
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Asistensi Peralihan Hak atas Tanah kepada PT Pura Barutama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Kementerian ATR/BPN Dukung Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kawasan Hutan secara Terintegrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Ditjen SPPR Buka Kesempatan Magang Mandiri bagi Mahasiswa, Simak Ketentuannya!

Berita Terbaru

Uncategorized

Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah

Kamis, 29 Okt 2026 - 01:02 WIB