
Tasikmalaya 1 Mei 2026, suararevolusi,com. Kisah haru datang dari seorang ibu tangguh bernama Ibu Mimin. Di tengah keterbatasan hidup sebagai orang tua tunggal, ia harus menghadapi ujian berat setelah didiagnosis menderita D32, tumor jinak pada selaput otak yang tumbuh di bagian kelopak mata sebelah kiri.
Kondisi ini semakin mendesak setelah jadwal pemeriksaan dan tindakan operasi yang semula direncanakan pada bulan Juli, kini dipercepat menjadi bulan ini. Sebelum menjalani operasi, Ibu Mimin diwajibkan menjalani CT scan kontras sebagai tahapan penting dalam menentukan tindakan medis selanjutnya.
“Semua terjadi begitu cepat, Ibu Mimin harus segera menjalani rangkaian pemeriksaan tanpa banyak waktu untuk persiapan,” ungkap narasumber, Yogi Nugraha.
Selama proses tersebut, Ibu Mimin diperkirakan harus tinggal di rumah singgah selama kurang lebih lima hari untuk menjalani pemeriksaan dan persiapan operasi. Namun, bukan hanya kondisi kesehatan yang menjadi beban, melainkan juga perasaan berat saat harus meninggalkan ketiga anaknya yang masih kecil dan sangat membutuhkan kehadiran seorang ibu.
Di tengah perjuangannya melawan penyakit, pikiran Ibu Mimin terus tertuju pada anak-anaknya yang menunggu di rumah tanpa pelukan dan perhatian langsung darinya.
Menurut Yogi Nugraha, saat ini Ibu Mimin sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Adapun kebutuhan yang harus dipenuhi meliputi biaya hidup selama masa pengobatan di rumah sakit, biaya tinggal di rumah singgah, kebutuhan sehari-hari ketiga anaknya, serta biaya operasional ambulans.
“Kami berharap ada kepedulian dari masyarakat. Ini bukan hanya tentang pengobatan, tapi juga tentang keberlangsungan hidup anak-anaknya,” tambahnya.
Kisah Ibu Mimin menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di tengah ujian berat, kepedulian dan gotong royong adalah harapan yang mampu menguatkan. Saatnya kita hadir, bukan sekadar menyaksikan, tetapi ikut membantu meringankan beban sesama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














