Direktorat Jenderal PPTR Kementerian ATR/BPN menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Informasi GISLiner (Geographic Information System Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang)

Direktorat Jenderal PPTR Kementerian ATR/BPN menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Informasi GISLiner (Geographic Information System Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang)

Spread the love

Direktorat Jenderal PPTR Kementerian ATR/BPN menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Informasi GISLiner (Geographic Information System Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang) pada Senin, (17/11/2025) di Jakarta untuk memperkenalkan platform digital terpadu yang memperkuat proses pengendalian dan penertiban tanah dan ruang secara lebih efektif, transparan, dan berbasis data.

Dalam sambutan pembuka, Kepala Bagian Program dan Hukum, Sekretariat Ditjen PPTR, Maria Irmina Dwi Sara Nominika, menjelaskan bahwa GISLiner memiliki empat modul utama, yakni Sistem Kendali Alih Fungsi Lahan Sawah (SKALA), Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Telantar (PENATAR), Penilaian Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), serta Pengawasan Teknis (WASTEK), yang menjadi dasar koordinasi infrastruktur dan pembangunan kewilayahan melalui pemanfaatan data spasial terintegrasi.

Asdep Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah II, Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Sora Lokita, menegaskan pentingnya transformasi berbasis ruang sesuai RPJMN 2025–2029 dan menyebut GISLiner berperan mengurangi fragmentasi data, memperkuat koordinasi berbasis bukti (evidence-based), mendukung rekomendasi kebijakan nasional, serta meningkatkan sinkronisasi lintas sektor menuju kebijakan Satu Peta Satu Data.

Sementara itu, Tenaga Ahli Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) KPK, Muhammad Isro, menekankan perlunya sistem informasi yang kuat untuk mengawasi alih fungsi lahan sawah dan menilai modul SKALA sebagai instrumen peningkat transparansi dan akuntabilitas.

Peserta kemudian mengikuti simulasi modul GISLiner, mulai dari digitalisasi rekomendasi LSD melalui SKALA, alur penertiban tanah telantar pada PENATAR, hingga penilaian KKPR secara digital.

Kegiatan ditutup oleh Sekretaris Ditjen PPTR, Ariodilah Virgantara, yang menegaskan bahwa GISLiner adalah sistem strategis untuk meningkatkan kualitas data spasial di lingkungan ATR/BPN dan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis buku panduan GISLiner kepada tiap direktorat terkait.

Baca selengkapnya kunjungi: ditjenpptr.atrbpn.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *