HNSI Pekalongan Gelar Tradisi Sadranan Nelayan, Wujud Syukur dan Kebangkitan Maritim

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 01:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan kembali menggelar tradisi tahunan Sadranan Nelayan di kawasan Pelabuhan Pekalongan, Minggu (26/10/2025).
Kegiatan yang sarat makna ini diikuti oleh ratusan nelayan, tokoh masyarakat pesisir serta berbagai unsur instansi terkait.

Acara dimulai dengan doa bersama dan prosesi larung kepala sapi ke laut, sebagai simbol rasa syukur atas rezeki hasil laut sekaligus doa keselamatan bagi para nelayan.
Suasana penuh khidmat menyelimuti kawasan pelabuhan, diiringi lantunan doa dan kesenian tradisional khas pesisir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua HNSI Kota Pekalongan, Imam Menu, menyampaikan bahwa kegiatan Sadranan bukan hanya tradisi turun-temurun, tetapi juga menjadi perekat sosial antar-nelayan.

“Sadranan ini adalah warisan leluhur yang perlu terus dijaga. Selain sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di kalangan nelayan,” ujar Imam Menu.

Baca Juga:  Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Subagio, Lurah Panjang Wetan, perwakilan Syahbandar, Kepala Pos Angkatan Laut (Kaposal) R. Bhekti, Kasatpol Polairud, serta Relawan PMI Kota Pekalongan.
Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bukti dukungan terhadap pelestarian tradisi bahari yang menjadi identitas masyarakat pesisir Pekalongan.

Kaposal R. Bhekti dalam keterangannya menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena selain menjaga nilai budaya, juga menjadi momentum mempererat sinergi antara nelayan dan aparat maritim. Kami berharap ke depan, aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Pekalongan bisa kembali ramai seperti dulu, agar perekonomian nelayan semakin hidup,” ungkapnya.

Tradisi Sadranan Nelayan menjadi bukti bahwa di tengah kemajuan zaman, masyarakat pesisir Pekalongan masih memegang teguh nilai-nilai budaya dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

 

M. Izul Faqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Kerjasama Notaris & Pengembang Abaikan Sistem OSS, Langgar Hukum, Kode Etik Hingga Pemecetan.
Lantik 78 Pejabat Struktural, Wamen Ossy: Rotasi dan Promosi Jabatan Bentuk Birokrat yang Adaptif
Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah
Lulus Ujian CBT Penerimaan Baru, Calon Taruna/i Politeknik Agraria STPN Ikuti Seleksi Lanjutan
Kumpulkan Jajaran di Jatim, Menteri Nusron: Masuki Periode Transformasi Organisasi dan Layanan, Tempatkan Rakyat sebagai Raja yang Harus Dilayani
Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Ikuti Pelantikan Pejabat Struktural ATR/BPN Secara Daring
Sosialisasi Program Strategis ATR/BPN di Wonosobo Perkuat Kolaborasi Pelayanan Pertanahan
Perkuat Pemahaman Masyarakat Terkait Layanan Pertanahan Kanwil BLN Jawa Tengah dan Komisi II DPR RI Sosialisasikan Program Strategis ATR/BPN
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:45 WIB

Diduga Kerjasama Notaris & Pengembang Abaikan Sistem OSS, Langgar Hukum, Kode Etik Hingga Pemecetan.

Senin, 20 Juli 2026 - 12:43 WIB

Lantik 78 Pejabat Struktural, Wamen Ossy: Rotasi dan Promosi Jabatan Bentuk Birokrat yang Adaptif

Senin, 20 Juli 2026 - 12:42 WIB

Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:25 WIB

Lulus Ujian CBT Penerimaan Baru, Calon Taruna/i Politeknik Agraria STPN Ikuti Seleksi Lanjutan

Senin, 20 Juli 2026 - 12:24 WIB

Kumpulkan Jajaran di Jatim, Menteri Nusron: Masuki Periode Transformasi Organisasi dan Layanan, Tempatkan Rakyat sebagai Raja yang Harus Dilayani

Berita Terbaru