Ditjen Tata Ruang Perkuat Komitmen Perlindungan Pesisir melalui Perencanaan Ruang Terintegrasi

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), terus menguatkan komitmen dalam upaya perlindungan kawasan pesisir melalui penerapan perencanaan ruang yang terintegrasi dan berkelanjutan. Komitmen tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Ruang Laut dan Perencanaan Sistem Perairan Darat untuk Mendukung Rencana Pembangunan Giant Sea Wall (GSW) yang digelar pada Rabu (28/1/2026).

FGD ini menghadirkan para pemangku kepentingan lintas kementerian dan sektor sebagai forum strategis untuk menyinergikan kebijakan, data, serta rencana pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir agar selaras dengan tata ruang nasional dan daerah. Pendekatan terintegrasi dinilai menjadi kunci dalam menjawab tantangan perubahan iklim, abrasi, serta risiko banjir rob yang semakin meningkat di wilayah pesisir.

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kartika Listriana, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa isu pembangunan tanggul laut telah menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk United Nations Conference, untuk memperkuat pengelolaan wilayah pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Melalui FGD ini, Direktorat Jenderal Tata Ruang menegaskan pentingnya harmonisasi antara perencanaan ruang laut dan sistem perairan darat guna mendukung pembangunan Giant Sea Wall yang berwawasan lingkungan, adaptif, dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menghasilkan kebijakan tata ruang yang tidak hanya melindungi kawasan pesisir, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan nasional.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan kebijakan tata ruang dapat diakses melalui tataruang.atrbpn.go.id.

#KementeriaanATRBPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Pasir Pengaraian Bantah Isu Sewa Kamar, Jual Beli Tamping dan Peredaran HP Ilegal
Kajari Rokan Hulu Hadiri Peringatan HUT IAD ke-XXVI, Tegaskan Semangat Kebersamaan dan Pengabdian
Kejari Rokan Hulu Selamatkan Rp1,38 Miliar Keuangan Negara dari Perkara Korupsi
Diduga Kerjasama Notaris & Pengembang Abaikan Sistem OSS, Langgar Hukum, Kode Etik Hingga Pemecetan.
Lantik 78 Pejabat Struktural, Wamen Ossy: Rotasi dan Promosi Jabatan Bentuk Birokrat yang Adaptif
Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah
Lulus Ujian CBT Penerimaan Baru, Calon Taruna/i Politeknik Agraria STPN Ikuti Seleksi Lanjutan
Kumpulkan Jajaran di Jatim, Menteri Nusron: Masuki Periode Transformasi Organisasi dan Layanan, Tempatkan Rakyat sebagai Raja yang Harus Dilayani
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:09 WIB

Lapas Pasir Pengaraian Bantah Isu Sewa Kamar, Jual Beli Tamping dan Peredaran HP Ilegal

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:03 WIB

Kajari Rokan Hulu Hadiri Peringatan HUT IAD ke-XXVI, Tegaskan Semangat Kebersamaan dan Pengabdian

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:52 WIB

Kejari Rokan Hulu Selamatkan Rp1,38 Miliar Keuangan Negara dari Perkara Korupsi

Senin, 20 Juli 2026 - 13:45 WIB

Diduga Kerjasama Notaris & Pengembang Abaikan Sistem OSS, Langgar Hukum, Kode Etik Hingga Pemecetan.

Senin, 20 Juli 2026 - 12:42 WIB

Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah

Berita Terbaru