Harmonisasi Tata Ruang Ditjen PPTR Sinergikan Ketahanan Energi dan Ketahanan Pangan Nasional

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina EP, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), serta pemerintah daerah memperkuat harmonisasi tata ruang untuk mendukung ketahanan energi dan ketahanan pangan nasional di Surabaya pada Senin, (18/5/2026).

Forum tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor dalam mencari titik temu antara kebutuhan pengembangan sektor hulu migas dengan perlindungan lahan sawah produktif yang menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait swasembada energi dan swasembada pangan.

Direktur Utama Pertamina EP, Rachmat Hidayat, mengatakan Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan wilayah strategis bagi keberlanjutan produksi migas nasional. Menurutnya, kebutuhan lahan untuk aktivitas pengeboran dan pengembangan infrastruktur migas saat ini menghadapi tantangan karena sebagian lokasi berada pada kawasan lahan sawah yang masuk perlindungan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami membutuhkan kepastian dan arahan agar kegiatan hulu migas tetap dapat berjalan sesuai aturan, tanpa mengabaikan perlindungan lahan sawah produktif. Ketahanan energi dan ketahanan pangan harus bisa berjalan harmonis,” ujar Rachmat Hidayat.

Ia mengungkapkan sejumlah rencana kerja Pertamina EP untuk periode 2027 masih harus ditunda karena adanya tumpang tindih dengan kawasan lahan sawah. Di sisi lain, kebutuhan peningkatan produksi migas nasional tetap menjadi tantangan besar di tengah tingginya konsumsi energi dalam negeri.

Staf Khusus Menteri ESDM, Nanang Abdul Manaf, menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan swasembada energi. Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi energi nasional terus meningkat, sementara produksi minyak nasional cenderung menurun dalam beberapa dekade terakhir.

“Ketahanan energi tidak bisa ditunda. Indonesia masih membutuhkan impor minyak sekitar satu juta barel per hari. Karena itu, peningkatan lifting migas, pembangunan infrastruktur energi, dan eksplorasi lapangan baru harus terus didorong,” kata Nanang Abdul Manaf.

Baca Juga:  PELATARAN: Pelayanan Tanah Akhir Pekan di Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus untuk Masyarakat pada Sabtu, 07 Februari 2026

Ia menegaskan seluruh kegiatan sektor energi wajib memenuhi persyaratan lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan. Menurutnya, forum sinkronisasi ini menjadi penting agar proses perizinan dan penyesuaian tata ruang dapat berjalan lebih cepat, terintegrasi, dan tetap sesuai regulasi.

Sementara itu, Direktur Jenderal PPTR, Lampri, menegaskan bahwa swasembada pangan dan swasembada energi merupakan dua agenda strategis nasional yang

sama-sama membutuhkan kepastian ruang dan lahan. Karena itu, keduanya tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus diintegrasikan melalui kebijakan tata ruang yang berkelanjutan.

“Rencana tata ruang harus mampu memastikan pembangunan berjalan selaras dan tidak dominan pada satu kepentingan tertentu. Swasembada pangan tidak akan tercapai tanpa perlindungan lahan sawah produktif, namun swasembada energi juga membutuhkan kepastian ruang untuk kegiatan eksplorasi dan produksi migas,” ujar Lampri.

Ia menambahkan pemerintah saat ini tengah melakukan penyelarasan kebijakan terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), dan tata ruang sektor energi agar tidak terjadi konflik pemanfaatan ruang di daerah.

“Mulai hari ini tidak boleh lagi ada ketidaksinkronan antara tata ruang, LP2B, dan kebutuhan sektor energi. Semua harus terintegrasi agar memberikan kepastian bagi sektor pertanian maupun sektor hulu migas,” tegas Lampri.

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga membahas kebutuhan delineasi lokasi prioritas sektor energi, sinkronisasi data spasial, serta percepatan penyesuaian tata ruang agar kegiatan strategis nasional di bidang energi tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan lahan pertanian pangan.

Melalui harmonisasi tata ruang ini, pemerintah berharap tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, perlindungan lahan sawah produktif, serta keberlanjutan pembangunan nasional.

#DitjenPPTR #PengendaliandanPenertibanTanahdanRuang #KementerianATRBPN
#ATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya

Tim Publikasi, Ditjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

X: x.com/ditjenpptr
Instagram: instagram.com/ditjenpptr/
Fanpage facebook: facebook.com/DirektoratJenderalPPTR Youtube: youtube.com/ditjenpptr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kakanwil BPN Jawa Tengah Hadiri Pembahasan Program Ikatan Dinas Politeknik Agraria STPN
Kenalkan Inovasi Layanan, ATR/BPN Ajak Masyarakat Brebes Pahami Program Strategis Pertanahan
Bangun Keseragaman Pola Kerja, BPN Jateng Mantapkan Implementasi Transformasi Pelayanan
Pengadaan Tanah dan Pembangunan Infrastruktur Strategis Jadi Fokus Pengarahan Dirjen PTPP di Jawa Tengah
PKP 2026 Kementerian ATR/BPN Resmi Ditutup
Sinergi Ditjen SPPR dan Politeknik Agraria STPN dalam Mewujudkan Tata Kelola Pertanahan Inklusif
Mengenal JFAPK, Jabatan Fungsional Pendukung Survei dan Pemetaan Kadastral
Kementerian ATR/BPN Gandeng 38 Perguruan Tinggi untuk Percepat Rencana Tata Ruang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 03:07 WIB

Kakanwil BPN Jawa Tengah Hadiri Pembahasan Program Ikatan Dinas Politeknik Agraria STPN

Sabtu, 19 September 2026 - 03:05 WIB

Kenalkan Inovasi Layanan, ATR/BPN Ajak Masyarakat Brebes Pahami Program Strategis Pertanahan

Sabtu, 19 September 2026 - 03:04 WIB

Bangun Keseragaman Pola Kerja, BPN Jateng Mantapkan Implementasi Transformasi Pelayanan

Sabtu, 19 September 2026 - 03:02 WIB

Pengadaan Tanah dan Pembangunan Infrastruktur Strategis Jadi Fokus Pengarahan Dirjen PTPP di Jawa Tengah

Sabtu, 19 September 2026 - 01:09 WIB

PKP 2026 Kementerian ATR/BPN Resmi Ditutup

Berita Terbaru

Uncategorized

PKP 2026 Kementerian ATR/BPN Resmi Ditutup

Sabtu, 19 Sep 2026 - 01:09 WIB