Diduga Kerjasama Notaris & Pengembang Abaikan Sistem OSS, Langgar Hukum, Kode Etik Hingga Pemecetan.

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararevolusi.com, Kudus – Notaris yang sengaja bekerja sama dengan pengembang nakal dan mengabaikan sistem OSS (Online Single Submission) berisiko besar melanggar hukum serta Kode Etik Notaris. Praktik ini dapat membatalkan legalitas proyek, membuat pengembang terkena sanksi administratif, dan menjerumuskan notaris pada pemecatan.
‎
‎Peristiwa seperti itu diduga dilakukan oleh salah satu oknum Notaris yang mengurusi tanah kavpling Green Bellares Terban, Jekulo, Kudus yang sudah mendapatkan kurang lebih Tiga Puluhan (30,an) konsumen/pembeli.
‎
‎Didapatnya Informasi dugaan adanya kerjasama antara oknum pengembang nakal dan Notaris diketahui dari Pemerintahan Kabupaten Kudus seusai diadakan forum mediasi, perwakilan pegawai dari Pemerintahan Kudus masing – masing memberikan informasi’ lahan tanah kavpling belum adanya pemohon mengajukan dokumen resmi kepihak Dinas PUTR.
‎
‎Dan dari perwakilan pegawai Pemkab yang satu(DPMTSP) memberikan informasi dan pernyataan, bahwa atas nama pengembang tersebut belum tercatat didalam data sistem OSS.
‎
‎Lahan tersebut tidak dapat diproses, jika pihak mereka belum melengkapi kelengkapan sebagai pihak pelaku usaha (memiliki sistem OSS).” Keterangannya pada waktu itu.
‎
‎Selain mereka( pihak Dinas), Om Bob sebagai kuasa hukum konsumen saat ini berharap, adanya pernyataan – pernyataan dari Dinas terkait, Pemerintahan Kabupaten Kudus agar segera turun tangan menindaklanjuti terkait itu agar kedepan tidak adanya pelaku usaha di wilayah Kabupaten Kudus yang nakal, sehingga tidak adanya masyarakat dan negara dirugikan.” Tutur harap Om Bob kepada Pemkab Kudus
‎
‎Selain itu, Om Bob meminta kepada Ketua Notaris yang berada di pengurusan Daerah agar segera menindaklanjuti dugaan peristiwa yang dilakukan salah satu oknum yang diduga bekerjasama dengan pengembang nakal, jika memang benar – benar dilakukan guna menjaga nama baik citra dan kode etik notaris, khususnya di Kab. Kudus.” Tandas Om Bob

Baca Juga:  Sekretariat Ditjen PTPP Gelar Rapat Penyusunan Laporan Keuangan Triwulan III Tahun 2025 Ditjen PTPP

(team)
‎
‎
‎

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian ATR/BPN Dorong Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Pati melalui Penyusunan Empat RDTR
Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Investasi
Kementerian ATR/BPN Pertegas Komitmen bersama 73 Kepala Daerah dalam Upaya Akselerasi Penyusunan RDTR Region II
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, ATR/BPN Perkuat Transformasi Pelayanan Pertanahan yang Modern dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menguat, Optimisme Menuju 6% pada Akhir 2026
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat
Pesan Menteri ATR/Kepala BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Hadir Kembali di Mall Pelayanan Publik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Kementerian ATR/BPN Dorong Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Pati melalui Penyusunan Empat RDTR

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:34 WIB

Kementerian ATR/BPN Pertegas Komitmen bersama 73 Kepala Daerah dalam Upaya Akselerasi Penyusunan RDTR Region II

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:32 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, ATR/BPN Perkuat Transformasi Pelayanan Pertanahan yang Modern dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menguat, Optimisme Menuju 6% pada Akhir 2026

Berita Terbaru

Uncategorized

Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Investasi

Jumat, 30 Okt 2026 - 05:35 WIB