Jangan Sampai Salah Pilih Layanan Pertanahan: Pemecahan atau Pemisahan Bidang Tanah?

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kudus – Dalam layanan pertanahan, pemecahan dan pemisahan bidang tanah merupakan dua layanan yang memiliki tujuan dan proses berbeda. Memahami perbedaannya penting agar masyarakat dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan.

Pemecahan bidang tanah merupakan layanan ketika satu bidang tanah dibagi menjadi beberapa bidang baru, sehingga tanah induk tidak lagi tersisa. Masing-masing bidang hasil pemecahan akan memiliki sertipikat, Nomor Hak, dan NIB yang baru.

Sementara itu, pemisahan bidang tanah digunakan apabila pemilik hanya ingin memisahkan sebagian dari bidang tanah. Dalam proses ini, sertipikat induk tetap ada untuk bagian tanah yang tidak dipisahkan, sedangkan bidang yang dipisahkan akan menjadi bidang tersendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbedaan Perhitungan Biaya

Untuk pemecahan, perhitungan biaya didasarkan pada keseluruhan luas bidang tanah dan jumlah bidang hasil pemecahan, dengan rumus:

Baca Juga:  Fasilitasi Pembentukan Kelompok Tani di Desa Kesambi, Wujud Sinergi Pemberdayaan Masyarakat

Biaya = (Luas total tanah ÷ 500 × HSBKu) + (Rp50.000 × jumlah seluruh bidang hasil pemecahan).

Sedangkan untuk pemisahan, yang diperhitungkan adalah luas bidang yang dipisahkan, bukan keseluruhan luas tanah:

Biaya = (Luas bidang yang dipisahkan ÷ 500 × HSBKu) + (Rp50.000 × jumlah bidang yang dipisah).

Perlu diketahui, HSBKu (Harga Satuan Biaya Khusus Kegiatan Pengukuran) dapat berbeda di setiap provinsi dan disesuaikan dengan jenis penggunaan tanah, baik pertanian maupun non-pertanian.

Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilih layanan pertanahan secara tepat sesuai kebutuhan.

Jangan sampai salah pilih layanan pertanahan. Kenali perbedaannya dan pastikan layanan yang dipilih sesuai dengan kondisi bidang tanah Anda.

Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus
Melayani, Profesional, Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Asistensi Peralihan Hak atas Tanah kepada PT Pura Barutama
Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah
Kementerian ATR/BPN Dukung Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kawasan Hutan secara Terintegrasi
Ditjen SPPR Buka Kesempatan Magang Mandiri bagi Mahasiswa, Simak Ketentuannya!
Kementerian ATR/BPN Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Kobarkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati
Rapat Koordinasi Lintas Instansi Ditjen PTPP bersama BRAN Gelar Rakor Lintas Instansi Bahas Mekanisme Pinjam Pakai Gedung
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Asistensi Peralihan Hak atas Tanah kepada PT Pura Barutama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Kementerian ATR/BPN Dukung Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kawasan Hutan secara Terintegrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Ditjen SPPR Buka Kesempatan Magang Mandiri bagi Mahasiswa, Simak Ketentuannya!

Berita Terbaru

Uncategorized

Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah

Kamis, 29 Okt 2026 - 01:02 WIB