Sanggabuana Menuju Kawasan Konservasi, dimulai dari Rumah Bibit dan Rehabilitasi Habitat 

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Karawang, suararevolusi,com Upaya pelestarian satwa dilindungi terus digencarkan di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat. Setelah melakukan pendataan komprehensif terkait populasi, sebaran, hingga preferensi pakan owa jawa (Hylobates moloch), kini langkah konkret dilakukan melalui pembangunan rumah bibit eks situ.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini merupakan kolaborasi antara Astra Otoparts Group (AOP), Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), dan Perum Perhutani. Rumah bibit tersebut dibangun di kawasan Wana Wisata Puncak Sempur, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, dengan target produksi mencapai 20.000 bibit pohon per tahun.

Peresmian rumah bibit dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April 2026. HCGS Division Head PT Astra Otoparts, Edwin Suhendra, menyampaikan bahwa fasilitas ini akan dikelola bersama sebagai bagian dari upaya rehabilitasi habitat owa jawa dan primata lainnya di Pegunungan Sanggabuana.

“Langkah ini mungkin terlihat kecil, namun kami yakin akan membawa dampak besar bagi kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Sanggabuana,” ujar Edwin dalam sambutannya.

Founder SCF, Bernard T. Wahyu Wiryanta, menjelaskan bahwa rumah bibit ini difokuskan untuk memproduksi tanaman kehutanan yang menjadi sumber pakan alami primata. Selain itu, program ini juga menyasar rehabilitasi mata air di Blok Dindingari seluas sekitar 60 hektare.

Menurut Bernard, inisiatif ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk memperbaiki koridor satwa yang terputus. Ia bahkan menyebut konsep tersebut sebagai “jalan tol primata” yang direncanakan membentang hingga 20 kilometer di kawasan Sanggabuana.

Baca Juga:  Wujudkan Kepastian Hukum, Kantah Kab. Kudus Laksanakan Peninjauan Lapangan Panitia A di Desa Karangrowo

Berdasarkan data SCF, hingga saat ini tercatat sebanyak 483 jenis satwa liar hidup di kawasan Pegunungan Sanggabuana, dengan 50 di antaranya berstatus dilindungi. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi lima jenis primata, yakni owa jawa, lutung sunda, surili, kukang jawa, dan monyet ekor panjang.

Blok Dindingari di Puncak Sempur menjadi salah satu titik penting karena menjadi habitat kelima primata tersebut. Namun, populasi pakan alami yang semakin berkurang menjadi tantangan serius bagi kelangsungan hidup mereka.

Karena itu, penanaman pohon pakan dan pohon tidur bagi primata menjadi fokus utama selain pembangunan koridor habitat. Kolaborasi antara AOP, SCF, dan Perhutani diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi berbasis ekosistem, tidak hanya pada spesies tetapi juga pada habitatnya.

Di sisi lain, kawasan Pegunungan Sanggabuana juga tengah diusulkan menjadi kawasan konservasi berupa Taman Hutan Raya oleh Kementerian Kehutanan sejak awal April 2026. Usulan ini sendiri telah diajukan SCF sejak tahun 2021 sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di wilayah tersebut.

(LK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Audiensi TNI AU dengan Direktorat Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Kementerian ATR/BPN Terkait Progres Pengadaan Tanah Pengganti Tol Becakayu
Kanwil BPN Sumsel Ikuti Pembukaan Konsinyering Pengadaan Tanah, Dorong Percepatan Pengadaan Tanah untuk Jalan Tol
Dirjen PTPP menerima Kunjungan DPRD Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat mengenai Pengalihan Lahan Masyarakat terkait Pembangunan Strategis Nasional
Upayakan Optimalisasi Pajak Daerah, Kementerian ATR/BPN bersama Pemkot Bengkulu Gelar Rapat Koordinasi Pemanfaatan Peta Nilai Tanah
ATR/BPN Hadirkan Layanan Hotline WhatsApp Pengaduan, Mudah dan Cepat untuk SobatPTPP!
Sentuh Tanahku Raih IN-Apps Digital Award 2026, Perkuat Kemudahan Akses Informasi Pertanahan
Puspenkom BPSDM ATR/BPN Raih Akreditasi A, Tegaskan Komitmen Penilaian Kompetensi ASN yang Profesional dan Berkualitas
PusbinJF Hadirkan Microlearning Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah bagi JF Madya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Audiensi TNI AU dengan Direktorat Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Kementerian ATR/BPN Terkait Progres Pengadaan Tanah Pengganti Tol Becakayu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Kanwil BPN Sumsel Ikuti Pembukaan Konsinyering Pengadaan Tanah, Dorong Percepatan Pengadaan Tanah untuk Jalan Tol

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Dirjen PTPP menerima Kunjungan DPRD Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat mengenai Pengalihan Lahan Masyarakat terkait Pembangunan Strategis Nasional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Upayakan Optimalisasi Pajak Daerah, Kementerian ATR/BPN bersama Pemkot Bengkulu Gelar Rapat Koordinasi Pemanfaatan Peta Nilai Tanah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:32 WIB

ATR/BPN Hadirkan Layanan Hotline WhatsApp Pengaduan, Mudah dan Cepat untuk SobatPTPP!

Berita Terbaru