Abaikan Kewajiban Pascatambang di Desa Cipancur, Pengusaha Tambang Terancam Sanksi Hukum

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

suararevolusi.com – JABAR
Bekas galian tambang pasir di Desa Cipancur, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, memicu keresahan dan keluhan warga setempat. Setelah material pasir habis dikeruk, pengusaha tambang diduga kuat meninggalkan lokasi begitu saja tanpa melakukan kegiatan reklamasi maupun pemulihan lingkungan yang menjadi kewajiban mutlaknya.(Kamis 4/9/2026).

Kondisi lahan yang terbengkalai kini memicu ketakutan masyarakat akan ancaman bencana ekologis dan kerugian lingkungan jangka panjang. Janji pelaksanaan kegiatan pascatambang yang sebelumnya disampaikan oleh pihak pengelola dinilai warga hanya menjadi janji manis tanpa realisasi nyata di lapangan.

Potensi pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan. Penelantaran lahan bekas galian pasir ini dinilai melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), setiap pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) diwajibkan menyusun rencana serta melaksanakan kegiatan reklamasi dan pascatambang secara bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelanggaran terhadap ketentuan ini memiliki konsekuensi hukum yang berat. Berdasarkan Pasal 161B UU Minerba, pemegang izin yang tidak melaksanakan reklamasi atau kegiatan pascatambang terancam sanksi pidana.Pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.Denda finansial maksimal Rp100 miliar. Sanksi administratif evaluasi hingga pencabutan izin usaha.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Konsultasi Layanan Pertanahan di Mall Pelayanan Publik

Melihat kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan, warga Desa Cipancur dapat melakukan langkah konkrit dan tindakan tegas melalui instansi berwenang dengan  tiga poin tuntutan utama:
Inspeksi dan sanksi DLH/ESDM.Mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan verifikasi lapangan, evaluasi menyeluruh, serta menjatuhkan sanksi administratif tegas kepada pengusaha terkait.
Pencairan dana jaminan reklamasi (Jamrek).Meminta pemerintah segera menginventarisasi dan mencairkan dana Jamrek yang telah disetorkan pengusaha sebelum beroperasi. Dana ini harus dialokasikan langsung untuk pemulihan lahan secara independen akibat pengelola yang mangkir.
Melakukan tindakan hukum dengan melaporkan kepada pihak aparat penegak hukum APH: Mengimbau Balai Gakkum KLHK dan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas indikasi tindak pidana kejahatan lingkungan hidup atas penelantaran lahan bekas galian tersebut.
Masyarakat Desa Cipancur diharapkan tidak tinggal diam dengan harus segera mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agat tidak tinggal diam, melainkan segera mengambil tindakan nyata demi menyelamatkan lingkungan dan mencegah bencana yang meluas di wilayah mereka.
***tim investigasi***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suararevolusi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Asistensi Peralihan Hak atas Tanah kepada PT Pura Barutama
Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah
Kementerian ATR/BPN Dukung Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kawasan Hutan secara Terintegrasi
Ditjen SPPR Buka Kesempatan Magang Mandiri bagi Mahasiswa, Simak Ketentuannya!
Kementerian ATR/BPN Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Kobarkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati
Rapat Koordinasi Lintas Instansi Ditjen PTPP bersama BRAN Gelar Rakor Lintas Instansi Bahas Mekanisme Pinjam Pakai Gedung
Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026
Berita ini 25 kali dibaca
Pasal 161B UU Minerba, pemegang izin yang tidak melaksanakan reklamasi atau kegiatan pascatambang terancam sanksi pidana.Pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.Denda finansial maksimal Rp100 miliar. Sanksi administratif evaluasi hingga pencabutan izin usaha.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Berikan Asistensi Peralihan Hak atas Tanah kepada PT Pura Barutama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Kementerian ATR/BPN Dukung Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kawasan Hutan secara Terintegrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Ditjen SPPR Buka Kesempatan Magang Mandiri bagi Mahasiswa, Simak Ketentuannya!

Berita Terbaru

Uncategorized

Plh. Dirjen PPTR Paparkan Strategi Perlindungan Lahan Sawah

Kamis, 29 Okt 2026 - 01:02 WIB