
JAKARTA – Suararevolusi,com.- Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Divisi Humas kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi digital,(4/5/2026).
Melalui kampanye bertajuk “Jadi Netizen Cerdas di Era Digital”, Humas Polri menegaskan bahwa setiap aktivitas di dunia maya meninggalkan jejak digital yang bersifat permanen dan dapat berdampak jangka panjang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di dunia maya, semuanya terasa cepat. Tapi satu hal sering terlupa, jejak digital itu nyata,” demikian pesan edukatif yang disampaikan melalui kanal resmi kepolisian.
Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu bertindak bijak serta bertanggung jawab atas setiap konten yang dibagikan.
Empat Pilar Netizen Cerdas
Sebagai panduan, Polri merumuskan empat prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam beraktivitas di ruang digital:
Pertama, menjaga keamanan data pribadi dengan tidak sembarangan membagikan informasi sensitif seperti alamat rumah, nomor identitas, maupun data perbankan yang berpotensi disalahgunakan.
Kedua, berpikir sebelum membagikan konten. Setiap unggahan sebaiknya dipertimbangkan dampaknya, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Ketiga, menghindari komentar negatif, ujaran kebencian, serta tindakan perundungan (bullying) yang dapat merusak hubungan sosial dan melanggar norma hukum.
Keempat, mencermati setiap informasi yang diterima dengan memastikan sumbernya kredibel, guna menghindari penyebaran hoaks di tengah masyarakat.
Dorong Ekosistem Digital yang Sehat
Melalui kampanye yang juga dipublikasikan di akun resmi @CCICPolri, Polri menekankan bahwa jejak digital tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga dapat memengaruhi reputasi dan karier seseorang di masa depan.
Kesadaran dalam bermedia sosial, menurut Polri, bukan sekadar untuk membangun citra, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab atas setiap tindakan di ruang publik digital.
Dengan meningkatnya literasi digital, diharapkan masyarakat Indonesia mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih positif, aman, dan beretika.
“Bukan soal terlihat pintar, tetapi tentang bertanggung jawab,” menjadi pesan penutup dalam kampanye tersebut.











