
Misteri Gudang BBM Ilegal 06/08/2026 Terbakar Belum Ada TersangkaAda Apa Polres Rohul Peristiwa Kebakaran Gudang BBM Ilegal 06/08/2026 Tambusai timur Belum Ada Police line
Ketua DPC Rohul Akpersi Minta Buka Secara Terang Benderang Kasus Terbakarnya Gudang BBM Ilegal Ada Korban Terbakar Meninggal Dunia
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rohul – Dugaan Peristiwa Kebakaran Gudang BBM Ilegal di desa Tambusai Timur, kecamatan Tambusai kabupaten Rokan Hulu provinsi Riau sudah hampir tiga pekan berlalu, namun hingga Senin 24/08/2026 belum ada Informasi pengungkapan Kasus tersebut secara jelas, walau beberapa Media Lokal sudah tayang bernada mendesak Polres Rohul mengusutnya.
Dimana, korban meninggal dunia pada peristiwa kebakaran Gudang BBM ilegal pada 06/08/2026,itu telah terkonfirmasi via telpon dari salah seorang Tokoh Adat Setempat berinisial MWN yang berperan langsung mengantarkan korban ke kampung asalnya di Kabupaten Pasaman, provinsi Sumatera Barat.
Alasan MWN, korban masih family dekat, sehingga dirinya terpanggil segera mengambil langkah tersebut., terkait kronolis kejadian dan korban Luka bakar lainnya, MWN menuturkan kurang paham.
Melihat fenomena pengungkapan Tabir peristiwa kebakaran itu belum ada titik terangnya, Beberapa Awak Media bersepakat membentuk Tim guna menelusuri informasi dan mencari fakta otentikasi hingga ke kampung halaman korban, sekaligus konfirmasi dengan warga, tokoh masyarakat dan pemerintahan setempat.
Hasil konfirmasi Tim Media, Selasa 25/08/2026 di Jorong Sungai Beremas, Nagari Cubadak Barat, kecamatan Dua Koto, kabupaten Pasaman, provinsi Sumatera Barat, beberapa narasumber membenarkan, bahwa korban meninggal dunia akibat kebakaran inisial RH bin ARN adalah warga tempatan dan telah dimakamkan di pemakaman umum dekat Mesjid Wathan Muara Tambangan, Cubadak sekitar 19 hari yang lalu.
Seorang ibu rumah tangga warga tempatan menuturkan, mayat korban dibawa dalam peti kayu berukuran panjang tidak sampai satu meter, dan kotak mayat langsung dimakamkan.
Saat Tim Media mendatangi rumah orang tua korban yang sudah tergolong sepuh, mencoba konfirmasi, namun kedua orangtua korban memilih bungkam, bahkan tak lama langsung menutup pintu rumah rapat-rapat, seakan mencegah Tim Media masuk kedalam rumah.
Melihat situasi tersebut, Tim Media beralih menemui Tokoh masyarakat setempat , yang secara kebetulan tengah berbincang dengan Wali Nagari Cubodak Barat.
Saat konfirmasi, Wali Nagari / kepala desa Cubodak Barat, Nopi, mengutarakan ia sangat kaget dengan peristiwa kedatangan Mayat warganya Tanpa Otopsi, namun demikian, kata Wali Nopi, dirinya tetap menghargai langkah yang diambil keluarga korban. Dan hingga saat ini belum ada keluarga korban yang datang ke kantor Nagari meminta bantu mengusut kasus Kematian Korban, sebutnya.
Sambung Wali Nopi, dirinya selaku pemerintahan siap membantu keluarga korban dan pihak lain bila dibutuhkan, dan berharap penelusuran Tim Media bisa membantu tambahan informasi bagi pihak yang berwenang, guna mengungkap fakta dibalik Peristiwa Kebakaran tersebut, harapnya.
Rilis : Team




